Anak Indonesia Nasibmu Kini

Anak-anak Indonesia adalah anak-anak harapan bangsa, begitulah slogan manis yang sering kita dengar di media cetak dan elektronik. Tapi tahukah anda bagaimana nasib anak Indonesia sekarang? Perlu diketahui di negeri kita tercinta ini kondisinya sudah sedemikian parah, kejahatan dimana-mana, orang miskin sudah tak terhingga jumlahnya, si kuat semakin merajalela dan si lemah ahh� tahu sendiri kan kondisinya seperti apa. Terus kalau sudah begitu anak-anak bagaimana?

Anak Indonesia Nasibmu Kini

Di bawah ini adalah salah satu contoh dari sekian banyak kisah tentang nasib anak-anak usia sekolah di Indonesia yang hidupnya kurang mampu dengan kondisi mereka yang sangat memperihatinkan pada akhirnya mereka terpaksa meninggalkan bangku sekolah.

Seperti biasa Asep Supriyadi (14) setiap hari selalu berada di SD Negeri 06 Rawajati Barat di daerah Kalibata, Jakarta Selatan. Hanya saja, saat anak-anak lain mengikuti pelajaran di kelas, bocah berkulit hitam itu setia menjagai gerobak siomay dagangannya.

Begitu bel istirahat berdering, saat itu pula kesibukan Asep melayani para pembeli cilik yang masih seumur dengannya dimulai. Sesekali Asep terlihat bercanda-canda dengan mereka. Selain di sekolah itu, Asep juga berjualan di beberapa SD dan SMP di kawasan itu.

Hampir satu tahun ini Asep yang lulusan SD Negeri 04 di Desa Cengal, Majalengka, Jawa Barat, tidak bersekolah lagi. Dia tidak ingin membebani orangtuanya yang hanya penjual sayur-sayuran dan kadang- kadang terpaksa mencari rumput pakan sapi untuk menutupi biaya hidup. Selain itu, pelajaran di sekolah menurut dia terlalu berat sehingga dia merasa tidak kuat atau tidak cukup pintar untuk belajar terus.

Ketika kakak sepupunya, Udin, mengajak dia ke Jakarta untuk berjualan siomay, Asep Supriyadi dan orangtuanya langsung mengiyakan. Tiga bulan sudah dia berjualan, mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 15.00, berkeliling mendorong gerobak. Upah Rp 200.000 dibayarkan langsung ke orangtuanya di desa. Di Ibu Kota, bocah itu tinggal bersama lima pedagang lain di sebuah kamar kontrakan di daerah Pancoran. "Lebih baik saya dagang, dapat uang," kata Asep mempertegas niatnya untuk melupakan saja bersekolah.

Sumber : http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0505/03/PendDN/1724863.htm
Apa yang ada dalam benak anda jika membaca kisah itu? Bisa jadi memang cerita itu hasil rekayasa orang untuk mencari popularitas atau apalah namanya. Tapi jika cerita itu bukan hasil rekayasa dan memang apa adanya. Apa menurut anda itu adalah sebuah hal yang wajar dan manusiawi karena di dunia ya harus ada si kaya dan si miskin.

Mereka masih anak-anak, mereka mempunyai keinginan layaknya anak-anak lain, mereka juga mempunyai mimpi-mimpi indah seperti anak-anak lain. Tapi kenapa mereka harus dikondisikan seperti itu, bukannya anak-anak lain sibuk dengan facebook-nya, sibuk dengan mainan mobil-mobilan yang dipinjam temannya, sibuk tentang baju yang akan dipakai untuk ulang tahun temannya. Mereka adalah generasi yang akan mengisi negara kita ini, sejak kecil mereka sudah dibuat susah oleh keadaan. Kondisi keluarganya yang melarat membuat mereka bisa hidup dari belas kasihan sedikit orang yang peduli sama mereka. Kalau sejak kecil mereka sudah susah gimana nanti kalau sudah besar?

Kemungkinan yang belum tentu benar seperti ini : keluarga mereka melarat tidak mampu untuk membiayai biaya sekolah yang semakin hari semakin nggak bisa ditoleransi. Jika mereka nggak sekolah gimana mereka bisa mempunyai pengetahuan untuk membangun negara kita tercinta ini? Semoga hal itu nggak terjadi, mereka harus mendapatkan hak yang sama dengan anak-anak lain, hak untuk bermain, hak untuk sekolah, hak untuk mendapatkan perlindungan dari ibu pertiwinya. Mereka anak Indonesia harapan bangsa yang harus kita bina, kita wujudkan cita-citanya. Agar mereka bisa dengan bangga menyanyikan lagu nasional ciptaan Ismail Marzuki ini :

Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja s�panjang masa
Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa sejak dulu kala
Melambai-lambai, nyiur di pantai
Berbisik-bisik, Raja K�lana
Memuja pulau, yang indah permai
Tanah airku Indonesia

SELAMAT HARI ANAK
SEMOGA ANAK-ANAK INDONESIA BENAR-BENAR BISA MENJADI TULANG PUNGGUNG BANGSA INI

Sumber : edukasi.kompasiana.com
Diposting oleh — Sabtu, 23 Juli 2011

Belum ada komentar untuk "Anak Indonesia Nasibmu Kini"

Tambahkan komentar anda :