Kiamat !

Dalam suatu masyarakat yang �sakit�, kehadiran sosok juru selamat semacam Imam Mahdi atau Satrio Piningit selalu ditunggu. Pada sosok-sosok seperti inilah, masyarakat yang tersisih lantas menyandarkan harapannya. Dilain pihak, sadar atau tidak sadar, masyarakat �sakit� seperti ini diam-diam juga mengharapkan akhir dunia segera tiba. Saat itulah mereka akan diangkat ke surga dan bisa mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan dunia yang penuh kepahitan ini.

kiamat

Dari waktu ke waktu, kita sering menemukan berita tentang sekte keagamaan tertentu yang �menjanjikan� kiamat kepada anggotanya. Mereka percaya bahwa akhir dunia segera tiba pada tanggal sekian bulan sekian tahun sekian, dan bahwa hanya golongan merekalah yang akan diselamatkan Tuhan dan berhak untuk menjadi penghuni surga. Tidak jarang keberadaan kelompok semacam ini berakhir dengan bunuh diri massal, sebuah cara yang dipercaya menjadi semacam �jalan tol� dalam rangka mencapai surga. Di sisi lain, ada juga kelompok yang meyakini akan adanya tanda-tanda jaman tertentu yang mengisyaratkan bahwa sang juru selamat akan segera tiba untuk menyelamatkan mereka yang �beriman� sebelum dunia dan seisinya lenyap bersama datangnya hari kiamat.

Cerita �klasik� semacam itu kini juga sedang berlangsung di negeri ini. Sebelum cerita tentang �sekte hari kiamat� ramai dimuat di media, kita mungkin juga sudah pernah mendengar cerita tentang dua gerhana di bulan Ramadhan kali ini yang dipercaya merupakan tanda-tanda akan segera turunnya apa yang disebut sebagai Imam Mahdi itu. Entah kenapa, banyak orang yang percaya tentang hal-hal semacam ini. Tak terpikir kalau terjadinya gerhana adalah sesuatu yang wajar dan alamiah, dan bahwa apabila terjadi dua gerhana pada Ramadhan kali ini tak lebih dari sebuah kebetulan yang juga pernah terjadi di waktu lampau (dalam bulan Ramadhan tahun 1402H/1982 M, pernah terjadi dua gerhana sekaligus dan sampai sekarang Imam Mahdi masih belum kunjung muncul).

Ini masih ditambah lagi dengan kisah-kisah yang dituturkan oleh para rohaniwan �doomsayer� tentang huru-hara di akhir dunia yang belakangan ini makin sering saja kita dengar. Dalam agama Islam, Al Qur�an sudah menegaskan tentang tanda-tanda Kiamat secara garis besarnya saja, sementara itu beberapa hadits menerangkannya dengan lebih rinci. Tapi kalau kita perhatikan hadits-hadits yang sering dikutip berkaitan dengan tanda-tanda kiamat, tidak jarang kita akan menemukan beberapa kejanggalan. Selain lemah dari segi riwayat (matan), kelihatan bahwa banyak riwayat yang kini telah kehilangan konteksnya.

Bagaimana dalam kisah-kisah tentang kedatangan kiamat, kekaisaran Romawi masih digambarkan sebagai kekuatan �superpower�, sementara Bizantium masih merupakan pusat peradaban dunia. Dikisahkan pula bahwa dalam perang akhir jaman, manusia masih mengendarai kuda dengan bersenjatakan pedang dan tombak, dan bahwa unta masih menjadi sarana transportasi utama. Itu semua sudah cukup untuk menunjukkan bahwa segala riwayat tersebut paling tidak memerlukan interpretasi ulang kalau tidak bisa disebut meragukan.

Sebagai orang beriman, kita memang harus meyakini bahwa cepat atau lambat, kiamat pasti akan terjadi. Namun kapan tibanya akhir dunia itu, biarlah hanya menjadi rahasia dari Yang Maha Mengetahui. Kita tidak bisa melarikan diri dari kenyataan dengan menunggu datangnya kiamat atau berpangku tangan mengharapkan sang juru selamat, entah dengan nama Imam Mahdi, Satrio Piningit, atau apapun juga, datang dan membebaskan manusia dari ketertindasan. Kita juga tidak bisa hanya berlindung dibalik teks-teks kitab suci dan berharap ada mukjijat datang dari langit untuk membebaskan kita dari keterpurukan. Ikhtiar, usaha, itulah sebenar-benarnya yang harus kita lakukan.

Sumber : blog.dhani.org
Diposting oleh — Kamis, 21 Juli 2011

Belum ada komentar untuk "Kiamat !"

Tambahkan komentar anda :