Kisah Memilukan Pencari Suaka

Terkurung gemetaran di perut sebuah kapal ikan yang bocor di beberapa tempat, Tharumalingam Punniyamoorthy terlalu lemah untuk menangis. Sebagai salah satu dari ribuan warga miskin Asia yang berusaha mencari kehidupan baru di Australia, dia merasakan kengerian setiap kali mengingat perjalanannya yang �sangat penuh penderitaan� itu.

Pencari Suaka

Punniyamoorthy (30) sekarang terkurung di sebuah pusat penampungan imigrasi. Dia menceritakan, selama 18 hari dia pernah tinggal bersama 42 lelaki Tamil lain di lambung sebuah kapal trawl dengan panjang 11 meter, yang biasanya digunakan untuk tempat penyimpanan ikan-ikan yang sudah dikeringkan. Selama itu pula dia tidak mendapatkan air minum. Dia mendapat nasi, tetapi tidak setiap hari.

Mereka telah dijanjikan sebuah perjalanan singkat ke Australia oleh para agen penyelundup. Mereka juga hanya membawa beberapa pakaian dan berjuang menyeberangi Samudra Hindia yang luas, mulai dari Sri Lanka, pada September lalu.

Diare dan cacar air pun menyebar. Seorang lelaki sampai koma dengan kondisi sangat mengenaskan. Punniyamoorthy mengatakan, hampir semua penumpang yakin dia segera mati. �Saya ingat, tiba-tiba berpikir saya pun akan mati di tengah laut. Saya tidak punya kekuatan untuk menangis,� ungkapnya ketika ditemui di kamp penahanan Villawood, Sydney.

Seorang teman Punniyamoorthy yang dipanggil dengan J mengatakan, dia batuk darah dan pingsan berulang kali karena kelaparan dan kelelahan. �Semua orang berdoa dengan harapan bisa bertahan, tetapi semua orang sudah siap mati,� paparnya.

Tidak seorang pun rombongan dalam kapal yang ditumpangi Punniyamoorthy yang tewas. Namun, rombongan dalam kapal lain mengalami naas.

Seorang tahanan lain di Villawood, berinisial N, kehilangan 12 teman satu kapal. Setelah 25 hari berada di laut, kapal yang dia tumpangi karam di tengah Samudra Hindia. Dia termasuk 27 orang yang diselamatkan oleh sebuah kapal Inggris yang berada di dekat lokasi dan tiba di Australia dengan hanya mengenakan celana dalam.

�Hanya satu mayat yang berhasil ditemukan. Itu adalah pertempuran antara hidup dan mati,� ungkapnya.

N, seperti warga Tamil lainnya, melakukan perjalanan penuh risiko itu untuk menghindari konflik sipil berdarah di negerinya. Mereka mengatakan, rasa putus asa yang dalam membuat mereka memutuskan pergi. Mereka tidak tahu betapa menakutkannya perjalanan yang mereka tempuh, risiko dipenjarakan di tempat baru.

Sumber : nasional.kompas.com
Diposting oleh — Senin, 25 Juli 2011

Belum ada komentar untuk "Kisah Memilukan Pencari Suaka"

Tambahkan komentar anda :