Misi Berawak ke Mars, Mungkinkah?

Keberhasilan misi Spirit memicu pertanyaan publik yaitu, kapan kita bisa mengirim misi berawak ke Mars? Persoalan ini bukan hal yang baru. Setelah berhasil mencapai Bulan, adalah wajar apabila manusia berniat untuk menggapai lebih jauh lagi, dan Mars tentu saja merupakan tempat yang paling mungkin untuk itu.

Misi Berawak ke Mars

Sayangnya, masih butuh waktu yang teramat lama bagi manusia untuk bisa mewujudkan impian itu. Kegagalan serangkaian misi ke Mars bisa dianggap sebagai isyarat bahwa teknologi dan pengetahuan yang kita miliki saat ini masih terlalu rendah untuk sebuah perjalan antar planet berawak manusia. Berbagai kendala, baik teknis maupun non-teknis masih menghadang upaya untuk mengirimkan manusia ke planet tetangga tersebut.

Kendala pertama adalah soal waktu peluncuran. Tidak seperti misi ke Bulan yang dapat dilakukan sewaktu-waktu, pengiriman wahana dari Bumi ke Mars, atau sebaliknya, tidak bisa dilaksanakan setiap saat. Kesempatan itu hanya datang setiap 26 bulan sekali, ketika Mars sedang dalam oposisi dengan Matahari. Dengan demikian misi berawak ke Mars bisa dipastikan akan memakan waktu yang sangat lama. Dengan memperhitungkan waktu perjalanan selama 6-8 bulan, maka misi berawak ke Mars akan menghabiskan waktu tidak kurang dari dua setengah tahun, dengan setidaknya satu setengah-tahun diantaranya dihabiskan untuk menetap di permukaan Mars sebelum kembali ke Bumi.

Kendala ini memicu persoalan berikutnya, yaitu keterbatasan teknologi. Roket sebesar apakah yang mampu memuat awak, perbekalan, dan bahan bakar untuk jangka waktu yang sangat panjang itu? Ini bukan perkara ringan, karena roket terbesar yang mampu dibuat oleh manusia saat ini diperhitungkan masih belum memadai untuk keperluan tersebut. Memang sejauh ini ada beberapa gagasan untuk mengatasi kendala tersebut, namun tidak ada satupun yang benar-benar mampu diwujudkan dalam waktu dekat ini.

Persoalan lain yang juga perlu dipikirkan adalah dampak perjalanan selama itu bagi kesehatan para awaknya. Perjalanan antar planet bukanlah misi biasa. Banyak hal yang bisa ditemui dalam 400 juta kilometer jarak yang memisahkan Bumi dan Mars, diantaranya radiasi kosmis yang dikenal sangat berbahaya bagi mahluk hidup. Menetap di Mars dalam jangka waktu lama juga membawa resiko kesehatan. Gravitasi di Mars yang hanya sepertiga gravitasi Bumi, misalnya, dalam jangka panjang bisa memicu akibat buruk bagi fisik manusia. Belum lagi beban mental dan psikologis bagi para awak akibat harus hidup terasing dari kehidupan normal dalam jangka waktu lama, dan dalam lingkungan yang tidak dikenal serta penuh bahaya.

Kendala terakhir, dan yang paling berpengaruh, tentu saja adalah soal biaya yang besarnya pasti tidak alang-kepalang. Di tengah lesunya ekonomi dunia, dan banyaknya prioritas lain yang mesti diutamakan, pengiriman misi ke Mars saat ini adalah sesuatu yang betul-betul tidak realistis.

Sumber : dhani.singcat.com
Diposting oleh — Senin, 25 Juli 2011

Belum ada komentar untuk "Misi Berawak ke Mars, Mungkinkah?"

Tambahkan komentar anda :