Naar de Republiek Indonesia : Gagasan Terang ala Tan Malaka

Brosur berjudul "Naar de Republiek Indonesia" (Menuju Republik Indonesia) ini ditulis Tan Malaka dalam bahasa Belanda tahun 1924. Ia membuatnya dalam pengasingan, di Canton. Sebagaimana kita tahu, Tan Malaka berkelana dalam pengasingan selama 20 tahun (1922-1942) dan jiwa intelektual-nasionalis-sosialisnya meletup dan berpijar di semua negara yang disinggahinya. Meski selalu masuk negara secara ilegal, Tan Malaka hanya 2 kali masuk bui : di Filipina dan Hong Kong.

Naar de Republiek Indonesia Gagasan Tan Malaka

Gagasan dan konsep NKRI ternyata muncul dari pria asal Suliki, Sumatera Barat ini, 21 tahun sebelum Proklamasi NKRI. Brosur Naar de Republiek Indonesia ditulis lebih awal dibanding Indonesia Vrije (Moh. Hatta, 1928), atau Menuju Indonesia Merdeka (Soekarno, 1933). Brosur yang diselundupkan ke Hindia Belanda secara ilegal ini pula yang menginspirasi pembuatan 2 buku karya Dwi-Tunggal itu.

Lewat karya ini, Tan Malaka membentangkan esai tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Bahkan ia juga membeberkan kemungkinan dikuasainya Hindia Belanda oleh Jepang, dan akan adanya Perang Pasifik yang melemahkan Jepang, itulah celah bagi para Bumiputera memerdekakan diri.

Gagasan penting lain buku ini, adalah sistem pengelolaan bangsa oleh organisasi tunggal yang efisien. Mirip negara sosialis pada umumnya. Tidak meniru sistem Trias Politika Montesquieu.

Mengapa demikian? Karena menurut pria brilian ini, badan legislatif hanyalah "warung kopi orang-orang kuat". Mereka hanya sebatas membuat aturan, dan hanya ongkang-ongkang kaki saat badan eksekutif pontang-panting menegakkan eksistensi negara. Bahkan, cuma sekedar mengkritik! Akibatnya, karena kurang pekerjaan, mereka akan "berselingkuh" dan "kongkalikong" dengan badan negara lainnya demi perut sendiri.

Gagasan Tan Malaka ini benar-benar berlaku. Saat ini, kita hanya bisa menyesali perilaku badan legislatif kita, yang benar-benar bertindak sesuai ramalan Tan Malaka. Selain itu, ramalan dan analisis tentang NKRI benar-benar terjadi sesuai esai ini. Jepang merenggut Hindia Belanda, lalu Jepang takluk 3 tahun kemudian di Perang Asia Timur Raya. Lalu merdekalah NKRI.

Intinya, Tan Malaka adalah orang yang cerdas, turut andil memikirkan bangsanya sepenuh jiwa raga. Gagasan terangnya benar-benar berlaku. Sayang, karena melawan arus (ia selalu membuat jalannya sendiri yang kesepian, ala Madilog), ia dibunuh bangsanya sendiri, bangsa yang ikut dibangunnya. Sungguh sayang.

Sumber : quantum-backpacker.blogspot.com
Diposting oleh — Senin, 11 Juli 2011

Belum ada komentar untuk "Naar de Republiek Indonesia : Gagasan Terang ala Tan Malaka"

Tambahkan komentar anda :