Titan yang Misterius

Salah satu event yang paling ditunggu oleh kalangan Astronomi pada tahun 2004 (jadi, masih setahun lebih dari sekarang), adalah tibanya wahana antariksa Cassini di orbit Saturnus. Wahana yang diluncurkan oleh NASA dari Cape Canaveral Florida pada 15 Oktober 1997 dengan kendaraan peluncur roket raksasa Titan IV-Centaur ini membawa sebuah modul, dinamai sebagai Huygens, yang rencananya akan didaratkan di salah satu bulan Saturnus, Titan.

Titan yang Misterius

Satelit alam Saturnus yang ditemukan oleh Christiaan Huygens pada 1655 ini memang cukup membuat penasaran para astronom karena keadaannya yang diyakini mirip dengan Bumi pada awal masa pembentukannya. Sudah lama para Astronom menduga bahwa bulan terbesar daris Saturnus ini memiliki lapisan atmosfir, sesuatu yang tidak lazim pada satelit alam lainnya. Ini mungkin disebabkan ukurannya yang sangat besar dibandingkan satelit alam lainnya. Bahkan pada kenyataannya, Titan memiliki ukuran yang lebih besar dari dua planet anggota tata surya kita: Merkurius dan Pluto. Namun demikian, Titan bukanlah satelit alam terbesar, karena rekor ini dipegang oleh satelit alam Jupiter, Ganymede. Dalam hal ini, Titan hanya menduduki urutan kedua.

Permukaan Titan diduga terdiri dari "lautan" atau "danau" dari metana dan etana. Air dalam bentuk yang kita kenal akan membeku karena temperaturnya yang rendah. Pengamatan oleh wahana Voyager 1 pada tahun 1980 tidak menghasilkan data yang berarti karena Titan ternyata diselimuti oleh awan dan atmosfir tebal berwarna jingga yang tidak dapat ditembus oleh peralatan sensor yang dibawa Voyager.

Sejauh ini masih sangat sedikit yang diketahui tentang Titan. Temperatur pada permukaannya diperkirakan sekitar -178�C (-289�F). Ia diduga memiliki lapisan atmosfir yang lebih tebal apabila dibandingkan dengan Merkurius, Bumi, Mars, maupun Pluto dengan tekanan atmosfir sebesar 1,6 bar, 60% lebih tinggi dari tekanan atmosfir Bumi. Atmosfirnya didominasi oleh nitrogen dan elemen-elemen hidrokarbon lain yang membentuk warna jingga pada permukaannya. Banyaknya elemen hidrokarbon ini dapat membentuk asam amino yang dibutuhkan untuk terbentuknya suatu bentuk kehidupan. Dari sinilah muncul spekulasi bahwa permukaan Titan mungkin sangat mirip dengan Bumi saat masih "muda" saat belum terbentuknya kehidupan yang menghasilkan atmosfir pada permukaannya.

Titan mungkin merupakan salah satu objek paling menarik di tata surya kita. Permukaan macam apa yang ada dibawah lapisan awan tebal itu? Misteri apa yang terkandung dibalik selubung jingga pada atmosfernya? Jawaban atas pertanyaan ini masih harus menunggu hingga Juni 2004, ketika Cassini memasuki orbit Saturnus untuk melakukan pengamatan melalui radar. Cassini juga membawa wahana pendarat Huygens untuk menyelidiki permukaan Titan. Wahana Huygens merupakan hasil kerjasama NASA dengan the European Space Agency and the Italian Space Agency.

"Realization that our whole knowledge of the universe is simply a residue of impressions clouded by our imperfect sense makes the quest of reality seems hopeless."
-- Albert Einstein
Sumber : dhani.singcat.com
Diposting oleh — Jumat, 22 Juli 2011

Belum ada komentar untuk "Titan yang Misterius"

Tambahkan komentar anda :