Depleted Uranium � Senjata Untuk Mengurangi Jumlah Penduduk Dunia

Setelah membaca sebuah artikel Justin Raimondo kemarin, terbayang gambaran kehancuran seperti sedang menunggu di ujung belokan jalan, kurang dari dua minggu lalu saat Iran memutuskan untuk membuka bursa minyak baru yang akan menjual minyaknya dengan mata uang � (Euro), tidak dengan US $ (Dolar).

Bila kita perhatikan bahaya wabah penyakit yang dibikin manusia seperti AIDS, SARS dan flu burung, bencana "depleted uranium" atau sekedar obat-obatan biasa yang sudah menjadi penyebab utama kematian, terlihat gambaran yang jelas kehancuran sedang menunggu penduduk muka bumi. Kecuali, tentunya kita harus mengatur dan menyadari tepat pada waktunya, dengan mengambil alih kontrol dari mereka yang membawa kita kepada bahaya kepunahan, sebagai akibat tujuan politik mereka, yang salah satunya adalah pengurangan jumlah penduduk dunia.

Pikirkanlah hal itu.

Pengurangan Jumlah Penduduk

(original found here)

NEWS BRIEF: "UC Regents lose control of nuclear weapons program: Five admirals, Carlyle Group and Rand takeover", SF Bay View, Part 6, by Leuren Moret, 11/10/2004

"Penelitian terhadap Jumlah Penduduk", yaitu membatasi jumlah kelahiran, saat ini sedang dilaksanakan secara rahasia oleh perusahaan bio-teknologi. Sewaktu menyampaikan kasusnya, Chapela mengungkapkan bahwa spermicidal corn yang dibuat oleh sebuah perusahaan Amerika sekarang sedang diuji-coba di Meksiko. Para pria tidak mengetahui bahwa makan jagung spermicidal corn akan menyebabkan kemandulan.

Benar bahwa program pengurangan jumlah penduduk diusulkan semasa Pemerintahan Carter, sedangkan konsep aslinya diusulkan beberapa tahun sebelumnya oleh Henry Kissinger, Menteri Luar Negeri AS pada masa Pemerintahan Gerald Ford. Perhatikan artikel selanjutnya di bawah ini.

National Security� Memo 200 tertanggal 24 April 1974 dengan judul �Implikasi Pertambahan Penduduk Dunia Atas Keamanan dan Kepentingan AS di Luar Negeri� menyatakan:

"Dr. Henry Kissinger mengusulkan dalam memorandumnya kepada NSC bahwa �pengurangan jumlah penduduk dunia harus menjadi prioritas utama Politik Luar Negeri AS� Dia memberikan alasan keamanan nasional, karena kehidupan ekonomi AS akan memerlukan bahan-bahan sumber mineral dengan jumlah banyak dari luar negeri, terutama yang berasal dari negara-negara berkembang. Dimana dengan mengurangi jumlah penduduknya akan dapat meningkatkan prospek stabilitas, kebijakan kependudukan menjadi relevan berkaitan dengan sumber-sumber daya alam, pasokannya dan kepentingan perekonomian AS� "
Depleted Uranium

Depleted Uranium

"Politik Depopulasi menjadi prioritas utama agenda NSC, Club of Rome dan pembuat kebijakan politik AS seperti Jenderal Alexander Haig, Cyrus Vance, Ed Muskie dan Kissinger AS sependapat dengan mantan Presiden Bank Dunia Robert McNamara bahwa �krisis kependudukan� merupakan ancaman terbesar terhadap keamanan nasional AS daripada �nuklir�. Pada tahun 1975, Henry Kissinger membentuk kelompok perencana-kebijakan Masalah Kependudukan di Departemen Luar Negeri AS. Pengurangan jumlah penduduk. Kemudian disiapkan dokumen �GLOBAL 2000' untuk Presiden Carter.

"Tidak mengherankan bila kebijakan pengurangan jumlah penduduk yang dibuat pada masa Presiden Carter dengan bantuan Kissinger dan Brezezinski � semuanya terkait dengan David Rockefeller. Keluarga Bush, Keluarga Harriman � Wall Street, rekan usaha Bush waktu memberikan bantuan keuangan kepada Hitler � dan Keluarga Rockefeller adalah elite gerakan euginics Amerika. Bahkan Pangeran Philips dari Inggris, anggota Kelompok Bilderberg, setuju dengan politik pengurangan jumlah penduduk dan mengatakan � "Jika saya reinkarnasi, saya berharap kembali ke dunia menjadi virus pembunuh untuk mengurangi jumlah penduduk".

"Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld telah mengusulkan, membiayai dan membuat laboratorium Bio-Weapons Level 3 and Level 4 di berbagai tempat di seluruh wilayah AS � bahkan di kampus universitas dan di kota-kota yang padat penghuninya.

Tulisan ini mengungkapkan bahwa serangan agresif terhadap penduduk di dunia ketiga pelopornya adalah Henry Kissinger yang dimulai pada bulan April tahun 1974. (semasih menjabat Menteri Luar Negeri), kemudian semasa Presiden Jimmy Carter, dan berlanjut ditangan Menteri Pertahanan pemerintahan Bush. Jadi, politik pengurangan jumlah penduduk di negara-negara dunia ketiga merupakan bagian terpenting politik luar negeri AS selama kurun waktu 30 tahunan dan masih berlanjut sampai dengan hari ini. Dan kebijakan politik depopulasi ini sepenuhnya bi-partisan, maksudnya mendapatkan dukungan yang kuat baik oleh partai Demokrat mapun partai Republik dalam berbagai pemerintahan. (baik Demokrat maupun Republik).

Sudah lama dikatakan bahwa rencana jahat Illuminati a.l. adalah mengurangi jumlah penduduk dunia sebanyak 66%. Pengarang the New Age, Bill Cooper, menuliskan mengenai rencana jahat politik pengurangan jumlah penduduk dalam bukunya "Behold A Pale Horse", dan setiap mantan pengikut Setan dengan siapa saya bekerja sejak tahun 1991 menyatakan bahwa Illuminati merencanakan jumlah kematian manusia sebanyak 66%. Kita menemukan Peta Baru Pentagon yang baru-baru ini memberikan arahan sewaktu invasi ke Irak, Afghanistan, Kepulauan Solomon dan Provinsi Aceh di Indonesia, kami menyadari bahwa rencana pengurangan jumlah penduduk Kissinger mungkin ditujukan kepada semua negara-negara "Non-Intregating" di seluruh dunia dan berlangsung terus sampai dengan hari ini.

Artikel SF Bay View ditutup dengan menyatakan salah satu dari senjata-senjata yang paling mengerikan yang pernah dipakai adalah � senjata Depleted Uranium.

"Dua contoh menarik dari kebijakan depopulasi AS adalah, pertama, akibat jangka panjang terhadap penduduk sipil di Vietnam sebagai akibat Virus Oranye (Agent Orange). kedua, keracunan permanen Depleted Uranium di Timur Tengah dan di Asia Tengah, yang akan merusak masa depan genetika penduduk yang bertempat tinggal di wilayah tersebut.

http://www.sfbayview.com/110304/ucregents110304.shtml

Sebagaimana diketahui pertempuran sengit di Irak, juga perlu diingat bahwa bagian terbesar persenjataan yang diledakkan adalah Depleted Uranium. AS setiap harinya menyebarkan Depleted Uranium di Irak, ditambah 3000 ton yang sudah diledakkan sebelumnya.

Artikel di SF Bay View ini tidak menyebutkan senjata penting lainnya yang dipakai dalam rangka mencapai tujuan mereka, yaitu mengurangi jumlah penduduk, seperti virus AIDS.

Mari kita kaji ulang pembahasan depopulasi ini dengan kembali kepada pengarang the New Age Bill Cooper, di dalam bukunya yang monumental, "Behold A Pale Horse": Ia menulis "Untuk mengurangi jumlah penduduk secepatnya � kita harus mendorong semua laki-laki untuk berperang yang akan membunuh orang yang subur secara signifikan, serta wanita wanita usia subur lainnya. (hal.171).

Terbongkarnya rahasia Illuminati yang melakukan kampanye pengurangan jumlah penduduk di Negara-negara Dunia Ketiga menyebabkan suatu yang menakutkan, seperti dilaporkan Inggris minggu lalu yang menyatakan bahwa lebih dari 100.000 penduduk sipil Irak telah terbunuh sebelum kami menyerang Fallujah. Dengarkan berita ini:

NEWS BRIEF: ""Where is the world�s shame and rage?: Civilian casualties in Iraq", By Scott Ritter, senior UN weapons inspector in Iraq between 1991 and 1998, reported in Dawn International, 02 November 2004 
http://www.dawn.com/2004/11/02/int14.htm

Korban rakyat sipil dalam perang Irak sekarang sudah jelas. Minggu lalu penyelidik British Lancet Medical Journal dengan menggunakan metodologi yang dapat dipercaya keabsahannya, bahwa sejak invasi yang dipimpin Amerika, memperkirakan lebih dari 100.000 orang rakyat sipil Irak mati � terutama wanita dan anak-anak � hal itu merupakan kesalahan moral besar negara kita. Kematian rakyat sipil selalu merupakan realitas tragis dari perang modern. Namun konflik di Irak berbeda � pasukan Amerika dan Inggris dikirimkan untuk membebaskan rakyat Irak. Memperhatikan invasi yang dipimpin Amerika seperti biasa yang ikut jadi korban rakyat sipil. Namun faktanya misi pemboman di Irak kali ini telah direncanakan lebih awal secara lebih berhati-hati yang sasarannya mereka yang ikut berperang atas nama kebebasan. Bila yang dijadikan target pemboman ini sudah jelas, maka Amerika dan Inggris tidak bisa melarikan diri dari kenyataan bahwa mereka dengan sengaja, pada saat yang bersamaan, mengarahkan sasarannya kepada rakyat sipil yang tidak berdosa sebagaimana mereka bermaksud menghancurkan musuh yang sebenarnya. Kami menyerang Irak untuk membebaskan orang Irak dari seorang diktator yang diperkiarakan telah membunuh k.l. 300. 000 rakyatnya � meskipun tidak seorangpun yang dapat memberikan buktinya, kecuali angka yang lebih kecil dari yang dituduhkan. Bila jumlah itu benar, maka Saddam perlu beberapa dekade untuk melakukan pembunuhan kejam itu. Amerika dan Inggris nampaknya sudah berhasil membunuh sepertiga jumlah di atas dalam waktu hanya 18 bulan saja.

Intinya dalam pengungkapan masalah ini adalah bahwa sekarang Illuminati menggunakann banyak senjata untuk mengurangi jumlah penduduk, dari AIDS sampai Depleted Uranium, dari senjata biotech sampai persenjataan konvensional menyerang penduduk sipil.

Diposting oleh — Minggu, 18 September 2011

Belum ada komentar untuk "Depleted Uranium � Senjata Untuk Mengurangi Jumlah Penduduk Dunia"

Tambahkan komentar anda :