Ini Rahasia Sukses Apple

Tak bisa disangkal, Apple merupakan salah satu pemain tersukses dalam industri IT saat ini. Kesuksesan besar perusahaan yang sempat dikomandani Steve Jobs ini adalah mendesain ulang berbagai produk tidak populer yang telah ada sebelumnya menjadi lebih mudah digunakan.


"Ini terlihat dari kata-kata Steve Jobs yang mengatakan bahkan orang bodoh pun dapat menggunakan produk Apple," ujar Indra Sosrodjojo, pendiri Andal Software, dalam seminar di Kampus Bina Nusantara, Jakarta, Selasa, 20 September 2011.

Selain mendesain ulang produknya, Apple berhasil mengatur strategi pemasaran agar produk berhasil menyeberangi jurang antarsegmen pasar. "Apple berhasil melompati celah antarsegmen pasar dan masuk ke pasar mainstream," ujarnya lagi.

Indra menerangkan berdasarkan buku berjudul Crossing the Chasm karangan Geoffrey A. Moore, terdapat tiga segmen besar pasar secara umum, yaitu early market, mainstream, dan late market. Apple, ujar Indra, berhasil menyeberangi jurang (chasm) yang paling susah dikuasai, yaitu dari early market, menuju mainstream market.

Jurang ini tercipta karena perbedaan karakteristik dalam masing-masing segmen pasar menimbulkan perbedaan penerimaan produk dalam segmen tersebut.

Segmen pertama adalah early market, yang terbagi menjadi inovator dan early adopter. "Inovator adalah golongan pemerhati teknologi yang hanya peduli dengan perkembangan teknologi. Sementara early adopter adalah visionaris yang akan menggunakan produk baru bila dipandang akan memberikan manfaat ke depannya," ujar Indra.

Golongan ini tidak terlalu besar. Persentase inovator hanya 2,5 persen dari pasar, sementara early adopter sebesar 15 persen dari pasar.

Golongan mainstream market terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kalangan pragmatis, yang baru bersedia menggunakan produk bila telah banyak yang menggunakannya, dan kaum konservatif, yang susah menerima teknologi baru dan lebih nyaman menggunakan produk yang biasa digunakannya. Market mainstream ini jumlahnya sangat besar, mencapai 70 persen dari pasar.

Komposisi ini juga cukup tepat diterapkan di Indonesia karena karakteristik cukup serupa. "Misalnya di Indonesia bisa kita lihat sebagian besar penduduk Indonesia menggunakan satu produk teknologi karena faktor ikut-ikutan," ujarnya menambahkan.

Untuk melompati jurang ini, ujar Indra, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemain yang akan masuk ke pasar. "Yang pertama adalah mengetahui target customer secara jelas, alasan yang paling kuat, sehingga customer mau membeli produk kita, serta apa yang diharapkan dari produk kita," ujar Indra.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah siapa saja yang bisa dijadikan partner dan sekutu dalam usaha, jaringan distribusi, penentuan harga, kompetisi, positioning produk di pasar, serta target customer selanjutnya.

Yang perlu diingat, ujar Indra, setiap segmen pasar memiliki pendekatan produk yang berbeda. "Kalangan techies hanya peduli perkembangan teknologi yang dibawa satu produk. Mereka tak peduli dengan merek atau kegunaan produk tersebut," ujar Indra.

Ini berbeda dengan golongan visionary yang lebih melihat pada manfaat yang bisa diambil dari produk, atau pada golongan pragmatis yang melihat posisi merek di pasar," ujarnya.

Indra yang memiliki pengalaman 30 tahun dalam dunia software Indonesia ini juga menyemangati kalangan entrepreneur dalam bidang IT. "Bila perusahaan berjalan stagnan, jangan buru-buru berpikir menjualnya karena ada kemungkinan perusahaan ada di pinggir celah untuk masuk ke pasar mainstream yang lebih besar," ujarnya.

Sumber : tempointeraktif.com
Diposting oleh — Rabu, 21 September 2011

Belum ada komentar untuk "Ini Rahasia Sukses Apple"

Tambahkan komentar anda :