Patahkan Mitos, Muslim AS dan Kristen Makan Malam Bersama

OHIO - (Masyarakat Turki Amerika Ohio (TASO) dan Gereja Episkopal St Bartholomew baru-baru ini mengadakan makan malam untuk menangkal mitos tentang Muslim dan Kristen. TASO yang berbasis di Highland Heights, menyediakan makan malam pada 27 Agustus di Gereja Episkopal St Bartholomew di Mayfield Village.

(ki-ka): Pendeta Dr Joe Kovitch, yang melayani masyarakat di St Bart, bersama dengan Direktur TASO Ersin Isbilir 
baru-baru ini mengadakan makan malam untuk menangkal mitos tentang Muslim dan Kristen

Setelah Direktur TASO, Ersin Isbilir menghadiri pertemuan pada hari Minggu baru-baru ini di St Bart, dia berbicara dengan Pendeta Dr Joe Kovitch, yang melayani masyarakat di St Bart, tentang melakukan makan malam untuk menyatukan kedua kelompok itu bersama-sama. "Saya benar-benar terinspirasi oleh itu," kata Kovitch. "St Bart menjawab dan berkata kami akan senang untuk makan malam agar dapat memecah stereotip."

Kovitch bekata kedatangan anggota TASO ke dalam layanan doa benar-benar membuat perbedaan. "Masyarakat menanggapi secara positif dan itu berujung pada perkataan 'mengapa kita tidak bersama-sama untuk makan malam'," katanya.

Isbilir mengatakan makanan untuk makan malam itu buatan sendiri dan disediakan oleh beberapa keluarga Turki. Dia bilang dia belajar sesuatu yang baru ketika ia melihat orang-orang Kristen berdoa sebelum makan. Gereja menyediakan tempat khusus untuk para tamu Muslim untuk melakukan doa mereka setelah makan.

Zeki Saritoprak, seorang profesor di John Carroll University dan anggota dewan TASO, memberi ceramah di acara makan malam tersebut. Ceramah itu mencakup poin penting tentang Ramadhan dan hubungan dengan Tuhan, orang lain dan diri mereka sendiri.

Kovitch mengatakan banyak anggota St Bart yang muncul untuk makan malam. "Berkumpul untuk makan adalah hal yang sakral," kata Kovitch. "Kami sudah kehilangan arti makan malam dengan keluarga kita sendiri karena makanan cepat saji. Yesus makan dengan orang-orangnya. Ini sangat penting bagi dunia Kristen dan Muslim. Ketika Anda makan dengan seseorang, mereka tidak lagi menjadi oang yang berbeda atau menjadi musuh. Ini benar-benar bekerja. "

Isbilir mengatakan dengan membahas kenangan dari 9 / 11 sebelum waktu makan malam, masalah di Florida dengan pembakaran Al-Qur'an dan perdebatan di Ground Zero, waktu untuk makan malam itu sangat emosional. Dia mengatakan pertemuan dengan tetangga mereka adalah suatu yang berarti. "Kami ingin bertemu dengan mereka dan belajar lebih banyak," kata Isbilir. "Kami melihat pentingnya berkumpul bersama-sama dan untuk saling memahami. Kami menemukan beberapa nilai-nilai yang sama antara kami." Kovitch mengatakan makan malam dengan TASO memberinya perasaan bahwa itu membuat gereja menjadi lebih Kristen.

"Bersedia untuk peduli dan mengesampingkan stereotip dan melihat satu sama lain sebagai saudara dan saudari itu hebat," kata Kovitch. "Untuk dapat mendengarkan mereka bicara tentang Al-Qur'an dan mendengarkan kita berbicara tentang Kitab Suci, saya tidak bisa melihat jika itu salah. Itu adalah sesuatu untuk dirayakan." Isbilir dan Kovitch mengatakan, kedua kelompok berencana untuk memiliki lebih banyak acara bersama-sama. Isbilir mengatakan dia ingin memiliki lebih banyak aara untuk mencegah konflik.

"Selama 10 tahun terakhir, telah terjadi banyak bias antara Kristen dan Islam," katanya. "Sebagian orang Kristen memiliki gagasan negatif tentang Islam. Sebagian besar tetangga kami adalah Kristen dan kita tidak ingin mereka memiliki gagasan negatif. Kami ingin menunjukkan kepada mereka - bahkan jika itu hanya sebuah langkah kecil, bahwa hal-hal buruk yang beberapa orang lakukan di atas nama Islam, kita ingin menunjukkan kepada mereka apa yang mereka lakukan itu adalah salah. Berikut ini adalah kebenaran tentang ide-ide Islam. Kami ingin memiliki komunikasi terbuka untuk saling memahami daripada harus memiliki semacam bom waktu."

Kedua kelompok tersebut berada dalam proses perencanaan Al-Qur'an dan kelompok belajar Alkitab untuk membawa kedua belah pihak bersama-sama secara lebih teratur. "Ada hal-hal tertentu dalam kekristenan yang kita ingin tahu lebih banyak dan ada beberapa isu dalam Islam bahwa orang Kristen ingin tahu lebih banyak," kata Isbilir. "Ini akan menyenangkan untuk memiliki pertemuan satu atau dua jam untuk berdoa dan mendiskusikan perbandingan dan kesamaan antara Al-Qur'an dan Alkitab."

Kovitch mengatakan dia berpikir TASO ingin merayakan budaya Turki dan Islam bersama-sama dengan masyarakat lainnya. "Saya mengagumi mereka dan merasa diberkati bahwa mereka ingin bermitra," kata dia. "Ini hanya bagian awal. Kita masih harus mengambil waktu dan bersabar dalam membangun hubungan. Sungguh menakjubkan apa yang terjadi ketika Anda saling berbagi."

Sumber : suaramedia.com
Diposting oleh — Jumat, 23 September 2011

Belum ada komentar untuk "Patahkan Mitos, Muslim AS dan Kristen Makan Malam Bersama"

Tambahkan komentar anda :