3 Kebohongan Paling Sering Diutarakan ke Dokter

Sewaktu berkunjung ke dokter, niat Anda pasti ingin cepat sembuh dari penyakit yang diderita. Namun, terkadang Anda malah membuat usaha dokter itu jadi terhambat karena tidak memberikan data yang benar tentang diri Anda. Survei online yang dilakukan oleh provider informasi kesehatan, WebMD, menyatakan bahwa 13 persen dari jumlah keseluruhan 1500 orang responden mengaku telah berbohong pada dokter mereka. Sementara itu, sekitar 32 persen di antaranya berkata bahwa mereka hanya "sedikit" berbohong.

kebohongan dokter

"Sebenarnya, ini adalah naluri alamiah manusia," kata Victoria Maizes, direktur eksekutif dari Arizona Center for Integrative Medicine, University of Arizona. "Anda cenderung menciptakan pencitraan diri yang terlihat lebih baik daripada diri Anda sebenarnya," lanjutnya.Sementara menurut Andrew Carroll, dokter dari Renaissance Medical Group, ada beberapa hal yang biasanya tidak diutarakan dengan terus terang oleh pasien kepada dokternya. Berikut adalah tiga di antaranya.

1.  Kebiasaan minum-minum, merokok, hingga penyalahgunaan obat

Yang satu ini memang merupakan kebiasaan yang cukup berbahaya. Tapi entah kenapa, jarang sekali ada orang yang bisa berterus-terang, berapa batang rokok persisnya yang mereka isap setiap hari. Atau, jenis obat-obatan terlarang apa yang pernah mereka konsumsi. "Banyak pasien menyatakan bahwa mereka tahu tindakan ini salah. Tapi tetap saja mereka tidak mau memberitahu para dokter, karena tidak ingin 'diceramahi'. Padahal, dokter bukanlah polisi yang akan segera menangkap dan memenjarakan mereka. Dokter justru berniat membantu mereka terlepas dari kebiasaan buruk ini," kata Carroll.

2.  Pola makan dan minum

Tidak hanya soal kebiasaan yang berbahaya, menurut Carroll, pasien juga sering berbohong tentang kebiasaan yang tidak terlarang namun pada dasarnya tetap tidak baik untuk kesehatan, yaitu pola makan dan minum sehari-hari. Ambil contoh saja, minum soft drink atau kopi secara berlebihan. "Dokter bisa saja menganjurkan Anda untuk mengurangi minum kopi dan soft drink. Tujuannya untuk mencegah keropos tulang serta menjaga level kolesterol," papar Carroll.

Namun, ketika Anda melanggar saran itu kemudian datang untuk kunjungan berikutnya, yang Anda lakukan adalah menutupinya. Ketika dokter bertanya, berapa banyak kopi yang Anda minum setiap hari, jawabannya mungkin adalah "Satu cangkir setiap hari, di pagi hari." Padahal mungkin Anda minum bisa sampai 6 cangkir sehari.

3.  Jadwal berolahraga

Untuk masalah berat badan, sudah pasti Anda tidak akan bisa menipu karena "detektor kebohongannya" sudah tersedia di ruang periksa dokter, yaitu timbangan. Namun, urusan mengapa Anda tidak juga kunjung turun beratnya, itu bisa menjadi celah Anda untuk tidak jujur. Jadi, ketika dokter bertanya apakah sudah berolahraga secara teratur, mungkin dengan cepat Anda sudah dapat menjawab, "Ya, saya olahraga teratur setiap hari, seminggu tiga kali." Yang belum tentu Anda katakan dengan terus terang adalah fakta bahwa terkadang Anda "menyunat" waktu olahraga dari jatah 45 menit menjadi 15 menit karena sedang banyak pekerjaan.

Apa pun alasan Anda, jelas sekali berbohong soal kesehatan pada dokter tidak akan ada manfaatnya. Justru, dengan berkata terus-terang apa adanya, Anda akan bisa membantu dokter mempercepat masa pengobatan, sehingga Anda akan lebih cepat pulih dan bisa hidup lebih sehat. Setuju?

Sumber : female.kompas.com
Diposting oleh — Rabu, 12 Oktober 2011

Belum ada komentar untuk "3 Kebohongan Paling Sering Diutarakan ke Dokter"

Tambahkan komentar anda :