Inilah Kata Bekas Pilot Pribadinya Tentang Tewasnya Qadhafi

Tayangan detik-detik kematian Muammar Qadhafi sempat menyentak mantan Pilot Kepresiden Libya Ganahadi Ranuatmadja. Ia tak menyangka, mantan orang pertama di Libya itu disiksa oleh rakyatnya sendiri. "Orang Libya itu baik, makanya saya hampir tujuh tahun di sana," ujar dia ketika dihubungi, Jumat, 21 Oktober 2011.

Ganahadi Ranuatmadja

Ganahadi pernah menjadi pilot kepresidenan Libya pada 2002-2008. Selama mendampingi Qadhafi dan bekerja bersama orang Libya, ia tak melihat ada sikap benci kepada pemimpin berusia 69 tahun. "Yang saya lihat rakyatnya makmur, banyak yang disubsidi terutama sembako," kata dia.

Tapi ternyata timbul gerakan revolusi pemerintahan Arab yang juga merembet ke Libya. Lalu ada kejadian pemusnahan kota Benghazi oleh Qadhafi. "Kayak begini susah menilai mana yang benar dan mana yang salah," ujar dia.

Lagipula, ia melihat, kenapa sikap Qadhafi terhadap Benghazi yang menjadi sorotan. Adapun serangan NATO terhadap warga sipil Libya tidak diulas luas oleh media.

Ganahadi juga merasa keluarga Qadhafi tidak seperti yang diberitakan, yang rajin berhura-hura dan bergaya hidup mewah. "Biasa lah kalau ada yang merasa dikhianati, ada saja yang dicari," tutur pilot Sriwiyaja Air ini.

Maka sikap rakyat Libya terhadap Qadhafi yang dipertontonkan televisi kemarin itu menurut Ganahadi tak lepas dari unsur asing. "Yang jelas pengaruh asing, tidak ada bermusuhan antar rakyat Libya," kata dia.

Buktinya, ia melanjutkan, staf Qadhafi yang masih berhubungan dengan dia tak ikut diburu pemberontak. "Staf teman saya itu mengaku masih aman, dia bilang sebagai staf biasa tak ada hubungan dengan Qadhafi," ujar Ganahadi. lulusan Garuda Indonesia-Sotramat Flying School Belgia 1974 ini berharap Libya segera pulih dan kembali aman bagi rakyatnya.

Sumber : tempointeraktif.com
Diposting oleh — Sabtu, 22 Oktober 2011

Belum ada komentar untuk "Inilah Kata Bekas Pilot Pribadinya Tentang Tewasnya Qadhafi"

Tambahkan komentar anda :