Lorenzo : "Simoncelli, Maafkan Saya karena Berdebat denganmu..."

Marco Simoncelli sudah beristirahat selamanya di tanah kelahirannya, Coriano, Italia. "Super Sic" telah dimakamkan pada Kamis (27/10/11) sore, setelah diadakan prosesi penguburan yang dihadiri keluarga, teman-teman, dan para rivalnya - serta disaksikan secara langsung oleh ribuan fans melalui layar lebar di luar gereja.


Pebalap berusia 24 tahun ini tewas dalam kecelakaan maut di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/11). Kisah tragis ini datang hanya sepekan setelah dia mencatat prestasi tertinggi dalam kariernya di arena MotoGP, yaitu naik podium nomor dua di GP Australia.

Simoncelli, juara dunia kelas 250 cc tahun 2008, hampir menyelesaikan musim keduanya di kelas premier, dan dia telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan tim yang diperkuat pabrik Honda, Gresini, untuk musim 2012. Tetapi takdir berkata lain, dua seri menjelang akhir musim 2011, dia harus meninggal secara tragis.

Saat balapan GP Malaysia baru berlangsung dua lap, dia jatuh di Tikungan 11. Sialnya, saat jatuh akibat kehilangan grip depan, Simoncelli justru meluncur ke jalur milik Colin Edwards dan Valentino Rossi, sehingga kecelakaan horor itu tak terhindarkan. Motor Edwards dan Rossi menghantamnya, sehingga Simoncelli langsung terkapar dan hanya berselang beberapa saat dinyatakan meninggal akibat cedera parah pada kepala, leher, dan dada.

Saat pemakaman, sesama rekan pebalap Simoncelli turut hadir. Ada Rossi, yang merupakan teman dekat Simoncelli, ada juga Giacomo Agostini, Loris Capirossi, Andrea Dovizioso, dan Mattia Pasini, serta Jorge Lorenzo, Randy de Puniet, dan Toni Elias.

Menurut La Gazzetta dello Sport, Lorenzo cukup terpukul dengan tewasnya si jabrik yang gaya balapnya penuh kontroversi tetapi menjadi daya tarik MotoGP. Apalagi, dia sempat beradu mulut dengan Simoncelli, karena persoalan gaya membalap si jabrik yang terlalu agresif.

Saat menandatangani buku kenangan tentang Simoncelli, juara dunia MotoGP 2010 tersebut menulisnya dengan kata-kata: "Saya akan selalu mengingatmu. Maafkan saya karena pernah bertengkar denganmu." Rossi pun menandatangani buku kenangan itu dan hanya menulis singkat "Saya merindukanmu", sedangkan rival lama Simoncelli, Dovizioso, menulis "Kamu begitu kuat dan selalu mendorong saya untuk lebih cepat lagi."

Juga, hadir para anggota tim Gresini - termasuk principal Fausto Gresini dan rekan setim Simoncelli, Hiroshi Aoyama - plus juara kelas 500 cc tahun 1999, Alex Criville, juara bertahan WSS, Chaz Davies, bos HRC Shuhei Nakamoto dan Livio Suppo, dari tim Ducati Claudio Domenicali, Filippo Preziosi, dan Vittoriano Guareschi, CEO Dorna Carmelo Ezpeleta, Presiden FIM Vito Ippolito dan Dr Claudio Costa dari Clinica Mobile.

Selama upacara pemakaman, helm Simoncelli, yang terlepas saat kecelakaan tragis itu, diletakkan di atas peti mati, di samping karangan bunga. Sementara itu, motor Gilera 250 cc dan Honda RC212V ada di kedua sisinya.

Sebagian besar pelayat, termasuk keluarga dan pacar Simoncelli, mengenakan pakaian kasual. Paduan suara selama proses tersebut menyanyikan beberapa lagu favorit Simoncelli. Sementara itu, ribuan fans yang menyaksikan upacara lewat televisi layar lebar di luar gereja, sebagian besar mengenakan kostum bertuliskan 'Ciao Marco', atau mengenakan kostum dengan angka 58, yang merupakan nomor kebesaran Simoncelli.

Sumber : olahraga.kompas.com
Diposting oleh — Jumat, 28 Oktober 2011

Belum ada komentar untuk "Lorenzo : "Simoncelli, Maafkan Saya karena Berdebat denganmu...""

Tambahkan komentar anda :