Sehari Bersama Ayu Ting Ting

Jakarta - Ayu Ting Ting, ratu panggung Alamat Palsu, kariernya sedang di puncak popularitas. Setiap hari wajahnya nongol di layar kaca dan panggung off-air. Di radio, lagu Alamat Palsu yang melambungkan namanya diputar berulang-ulang. Ia kini merambah dunia sinetron dan menjadi pembawa acara program musik. Banyak kalangan memujanya. Bukan hanya penggemar musik dangdut, kaum profesional yang biasanya malu menyanyikan lagu dangdut pun ikut tertular wabah dara dengan nama asli Ayu Rosmalina itu.

ayu ting ting

Sebagai seorang selebritas, Ayu memiliki modal amat komplet. Masih muda, wajah oriental dan segar bak selebritas Korea, cantik, murah senyum, kulit amat bersih dan putih, suara bagus, serta lagu yang mudah didengar, membuatnya kini menjadi bintang pujaan baru. Puncak ketenaran tersebut membuat sulung dari dua bersaudara pasangan Umi Kalsum dan Abdur Rojak itu nyaris tak bisa istirahat.

"Paling tidur dua jam sehari," ujar Artha Marista, manajernya, dari Star Media Nusantara. Jadwalnya hingga akhir tahun penuh tanpa menyisakan satu hari libur. "Dalam sehari, Ayu bisa empat sampai lima kali tampil," katanya. "Saya sampai nolak-nolak, tapi mereka tidak percaya, dikira Ayu sombong." Padatnya jadwal inilah yang membuat dara kelahiran Depok, Jawa Barat, 20 Juni 1992, ini merasa kehilangan masa remajanya untuk bersenang-senang dengan teman-temannya. Ia kerap ditinggalkan teman-temannya bermain. "Kadang ngiri sama teman-teman, tapi kalau dipikir lagi, ah, mendingan cari duit," kata Ayu.

Kesibukan pula yang membuatnya terpaksa cuti satu semester dari kuliahnya di jurusan manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma, Depok. "Keluarganya cuma membolehkan cuti satu semester karena mereka berpendapat sekolah prioritas utama," ujar Artha.

Sekolah memang menjadi pilihan utama dara yang berharap bisa membawa musik dangdut ke Korea ini. "Aku kalau sekolah enggak main-main," ucapnya. "Kuliah aja nih mulai keteteran gara-gara jarang masuk." Saat di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Depok, di kelas yang berisikan 54 siswa, ia masuk sepuluh besar. "SMA aku lima besar dari 40-an siswa, loh," ujar penggemar pelajaran bahasa Indonesia ini kepada Istiqomatul Hayati dan fotografer Yosep Arkian dari Tempo, yang mengikuti kegiatannya seharian pada Kamis lalu.
Pukul 08.00 WIB: Studio 1 RCTI Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Ayu tiba telat di Dahsyat. "Semalam pulang jam 2 pagi, enggak sempat pulang ke Depok takut telat banget, makanya tidur di apartemen saya sama ibunya," kata Artha, yang tinggal di Sudirman Park. Ia langsung masuk kamar rias dan ditangani Ryan Chalenk, yang dikenalnya sejak merintis karier pada 2007. Ia terburu-buru dan tak sempat sarapan.

Gaun terusan garis besar hitam-biru ditutup jaket hitam dipakainya saat menjadi presenter tamu Dahsyat. "Tidak dikontrak eksklusif. Cuma, kalau Ayu yang jadi pembawa acara tamu, rating Dahsyat naik," ucap Artha menjawab pertanyaan tentang kontrak eksklusif itu. Ia mengatakan Ayu, yang ditangani manajemen Star Media Nusantara, satu grup dengan PT Media Nusantara Citra, tidak mengkhususkan diri tampil di tiga televisi milik taipan Hary Tanoesoedibjo itu.

Hari itu, pamor Ayu agak tergeser oleh keberadaan kembali Luna Maya, yang dihadirkan sebagai penerjemah tamu dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Kru Dahsyat yang merindukan kekompakan trio Luna Maya, Olga Syahputra, dan Rafi Ahmad, teralihkan perhatiannya. Tapi Ayu adalah gadis yang cepat tanggap. Ia bisa mengimbangi kelucuan trio itu. Sewaktu memparodikan kabar infotainment tentang pesta ulang tahun pacar selebritas, Ayu sesekali mengeluarkan kalimat andalannya, "Asyik-asyik," yang diucapkan dengan tone amat cepat.

"Kebiasaan dangdutan kan begini," ujarnya menjawab protes Olga. Ia kembali memancing tawa kru dan para penonton Dahsyat ketika membungkukkan badan dan beradu kepala berjoget dengan Olga sambil bernyanyi, "Jadi gila? Setengah gila," yang selalu diakhiri dengan tawa lebarnya. Di depannya, duduk Umi Kalsum, 39 tahun, ibunya yang selalu mengawal ia pergi pentas. "Saya bangga padanya. Perjuangannya sampai meraih kesuksesannya sekarang. Meski imbasnya jadi jarang di rumah, sibuk banget," kata Umi, yang dipanggil ibu oleh Ayu.

Umi menceritakan kemolekan dan �kebeningan� kulit Ayu menurun darinya. "Nenek saya asli Cina," kata perempuan yang menutupi rambutnya dengan kerudung panjang ini. Adapun suaminya, Abdur Rojak, asli Betawi. Rojak sekarang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.
11.00: Studio Foto RCTI

Ayu didandani kembali di studio. Ia akan dipotret untuk syuting iklan ring back tone. Saat ditanyakan alasan dia melafalkan amazing dengan emejing, seperti ditayangkan pada acara infotainment, sambil tertawa lebar, Ayu menjawab, "Ada head section dangdut Star Media Nusantara itu yang kalau ngomong z selalu j. Eh, semua ikut-ikutan. Tapi, ya, saya memang bener Betawi, sih," katanya. Ayu mengakui ia tak cepat mahir berbahasa Inggris. "Tahu deh, dari dulu bahasa Inggris enggak bisa-bisa."

Sesekali ia memprotes Ryan Chalenk, juru dandannya. Ryan tampak pasrah dan melemparkan guyonan akrab di antara mereka. "Ayu itu sudah kayak adik sendiri. Dia itu low profile," ujar Ryan. Ia ikut sakit hati saat banyak orang menggunjingkan Ayu adalah artis yang mendadak terkenal dan kaya. "Saya itu kenal dia sudah empat tahun, ke mana-mana sama dia, tahu banget perjuangannya gimana," Ryan menambahkan.

Ayu menimpali dengan sewot, "Iya, Indomie kali instan." Ayu menceritakan jalan yang ia tempuh hingga sukses seperti sekarang amatlah panjang. Sejak umur 4 tahun, ia acap mengikuti lomba menyanyi dan peragaan busana. "Waktu kecil ikut-ikutan ibu menyanyi di panggung," katanya. Sang bunda, Umi, memang bekas penyanyi panggung dangdut dari kampung ke kampung. Bersama ibunya, dengan diantar Ayah, mereka bertiga berboncengan naik sepeda motor blusukan dari kampung ke kampung di Depok. "Pernah sampai ke Bandung," Umi menimpali.

Menurut Ayu, lantaran kerap mengikuti ibunya, kelas III SMP ia mulai menyanyi. Honor pertamanya Rp 250 ribu. Tak berapa lama, suara dan wajahnya yang rupawan membuatnya mulai dikenal. Ia lalu dikenalkan kepada produser Rama Record, yang langsung menawarinya membuat album pertama berjudul Geyol Ajeb-ajeb. Dalam album yang direkam pada 2007 itu, ia menyanyikan sepuluh lagu, di antaranya Geyol Ajeb-ajeb, Alamat Palsu, Ting Ting, dan Jutek. Sebanyak delapan dari sepuluh lagu dalam album itu diciptakan oleh Dadan I.N.D., asal Tasikmalaya, yang kini masih baik dikenalnya.

"Dia pernah diwawancarai di infotainment, enggak akan menjual lagu Alamat Palsu kepada yang lain, cuma untuk saya," kata Ayu. "Saya sudah menelepon Pak Dadan minta dibikinin lagu lagi dan beliau mau." Dua tahun kemudian, Ayu mengeluarkan album kedua di label yang sama berjudul Bang Toing Duren, yang berisi lima lagu baru dan lima lagu pada album pertamanya. "Saya suka semua lagu saya, lucu-lucu," ujarnya. Lima lagu baru itu antara lain berjudul Bang Toing Duren, Rekening Cinta, Ya Iya Deh, dan Masak Iya Tolong, Bo.

Lalu, kenapa baru sekarang terkenal dan hanya lagu Alamat Palsu? "Oh iya, soalnya lagu itu sering dinyanyikan artis-artis lokal Bandung dan pengamen-pengamen di sana." Seringnya lagu itu diputar membuat orang mulai mencari siapa penyanyi asli lagu berirama dan berlirik sedih, tapi berkesan jenaka itu. "Jadi, kan saya bukan penyanyi instan, toh," Ayu menegaskan.
12.30: Syuting Iklan

Ayu mengenakan setelan legging bunga-bunga dengan atasan tank top bermotif garis merah-putih ditutup rompi merah yang sudah dipersiapkan Boya, stylist dari Star Media Nusantara. Ia memulai iklan dengan menyanyikan satu kalimat terkenalnya, "Ke mana, ke mana, ke mana." Ayu kemudian mengganti atasan dengan tank top oranye dipadu dengan rompi cokelat. "Buat pilihan saja," kata Boya, yang dikenal Ayu sejak kerap mengiringinya menari saat mengisi acara di MNC TV.

Menurut Artha, sejak ditangani Star Media Nusantara, Ayu kini tak perlu lagi merisaukan busana panggungnya. "Kalau dulu sering dibuatin Ayah, sekarang segala hal kami yang urus," ucapnya. Sebelum syuting, video jockey MTV, Boy William, mendatanginya. Mereka berdua berangkulan. "Ini oppa (panggilan kakak dalam bahasa Korea) aku," kata Ayu mengenalkan. Pacaran? "Enggak. Dia udah punya pacar. Maunya yang bisa bahasa Inggris. Dia tau kalau saya oon banget bahasa Inggris." Keduanya menegaskan hubungan mereka sebatas kakak-adik.

Meski saat istirahat syuting, Ayu kerap menggoda Boy, yang mirip salah satu personel boy band Korea, Super Junior, Choi Si-won, "Iiih, oppa ngganteng banget, sih," Boy cuma cengengesan digoda Ayu. "She is cute. She is funny. Jarang cewek bisa lepas kayak gini," kata pria yang besar di Selandia Baru dan Amerika Serikat itu. Mereka mulai akrab sejak bersama-sama menjadi host acara musik di Global TV setahun lalu. "Iya, gue belajar bahasa Indonesia dari Ayu," kata Boy sambil merangkul Ayu.

Chemistry ini makin nyambung setelah Ayu mulai meracuni para kru dengan segala hal berbau Korea, dari lagu hingga drama-drama Korea. Saat kru iklan tengah berdiskusi, mereka sempat berduet menyanyikan lagu berbahasa Korea, Ban Mal Song, yang dinyanyikan duet oleh Jung Yong-hwa dari kelompok boy band CN Blue, dan Seo Hyun, personel girl band SNSD. Keduanya amat fasih bernyanyi. Ayu mulai berceloteh tentang kegilaannya akan segala hal yang berhubungan dengan artis Korea. Ia kerap meniru gaya berbusana selebritas Korea dan menyanyi lagu-lagu Korea. "Wah, kalau enggak ada kegiatan, bisa dari pagi sampai pagi lagi nonton film Korea," ujar Umi.

Ia terperanjat saat diberi tahu bahwa SNSD dikontrak satu label dengan Lady Gaga. "Serius, Mbak? Wah, moga-moga dari Indonesia nanti saya, ya," kata dara 19 tahun ini. "Eh, Mbak, banyak yang bilang wajahku mirip Jessica SNSD," ia mengatakan. Ayu bermimpi bisa bergabung dengan girl band favoritnya itu, "Bila perlu, Jessica dikeluarin digantikan gue (tertawa)."
13.30: Rumah Makan Ampera Tebet, Jakarta Selatan

Saat tiba, Ayu baru saja tidur di dalam mobil Avanza yang membawa dia dan ibunya. Tak berapa lama, ia menyusul dengan mata masih mengantuk. Meski penampilannya saat itu terlihat lelah, semua pengunjung dan pegawai di rumah makan itu langsung mengenalinya dan heboh. Belum lima menit ia duduk, seorang pria mendekatinya dan memintanya berfoto. Ia lalu menguping pembicaraan Artha dan seseorang di seberang telepon. "Enggak bisa, Mas, ini sudah padat banget," kata Artha dengan si penelepon sambil mengeluarkan jadwal manggung Ayu.

Sesaat Ayu melirik jadwal kerjanya yang terbungkus dalam map plastik itu. "Gila, jadwal gue padat banget." Sambil menyantap nasi, ikan asin, ayam bakar, dan sesekali menyendok sayur asam di depannya. Ia bercerita tentang kejengkelannya urung satu panggung dengan bintang Korea Selatan, Hyun Bin, yang diundang TNI di Cilandak, 6 Oktober lalu.

"Ya, sudahlah, enggak apa-apa. Tapi kalau yang datang Kang Ji-hwan dan gue disuruh mengalah, baru ngamuk gue," katanya menyebut bintang pujaannya. Ia amat mengidolakan aktor yang bermain di beberapa serial drama populer Korea, seperti Hong Gil Dong (2008), Coffee House (2010), dan Lie to Me (2011), itu. "Di situ ia kelihatan macho banget, gue nonton berulang-ulang," ujarnya. Ayu lalu mengeluhkan soal akun Twitter-nya, @aayyttiinngg, yang dibajak orang. "Udah beberapa minggu lalu baru nyadar," katanya. Ia kini muncul lagi dengan akun baru, @ayutingting_new.
14.40: Ellen Salon, Tebet, Jakarta Selatan

Ayu ingin rambutnya dicuci dan di-blow. "Paling ke salon sebulan sekali, itu pun cuma perawatan rambut buat dimasker," ucapnya. Ia tak pernah memilih salon khusus. Salon kelas kampung di dekat rumahnya pun tak ragu ia datangi. "Sambil berangkat kerja, sekalian mampir," katanya. Saat dikeramas Mbak Nung, karyawan salon itu, Ayu mengungkapkan tipe pria pilihannya. Sederhana saja: baik, seiman, romantis, bisa bahagiain ayah-ibunya. "Kalau mau deketin Ayu, harus pacaran dulu sama ayah-ibu, baru boleh pacaran sama anaknya," ujar kakak Assyifa Nuraini ini.

Meski tipenya sederhana, kata Ayu, belum ada satu pun pria yang memenuhi standar itu. Kata dia, ada bekas pacarnya yang mendekati tipe itu. "Tapi selingkuh. Huh, udah capek badan, capek hati, ya, Allah." Ia mengatakan kapok sekadar pacaran tanpa tujuan jelas. "Serius, tapi enggak buru-buru ngajak nikah." Cerita lalu bergeser ke soal gengnya yang bernama Anak Social Community yang masih terjalin erat. Ini adalah geng berisikan teman-temannya di jurusan IPS saat SMA. "Anggotanya harus 12 orang," kata Ayu. Kenapa? "Kalau ketemunya 24, ya jadi deh 24 orang," ia berseloroh enteng.

Saat masih SMA, meski sudah lama merintis menjadi selebritas, Ayu masih sempat keluar bareng bersama teman-teman gengnya. "Kalau puasa suka bolos sekolah (tertawa), pakai mobil Karimun aku, muat cuma enam orang, yang enam lagi naik angkot, kasihan." Mobilnya yang sudah berganti menjadi Splash, yang juga dibelinya sebelum populer, belum mampu menampung semua temannya. "Kalau ada rezeki, biar bisa beli yang lebih gede."
16.20: Studio MNC TV Pondok Gede, Jakarta Timur

Ayu bersiap mengikuti gladi resik hari ulang tahun MNC TV. Ia tampak akrab dengan semua kru televisi itu. Ayu mengakui ia termasuk dibesarkan di televisi tersebut. Beberapa penyanyi dangdut, seperti Julia Perez dan Trio Macan, merangkul Ayu. "Aku suka dengan kesuksesanmu sekarang," kata Jupe. Mereka bergantian memeluk dan menyelamati Umi yang sudah lama dikenal sebagai manajer Ayu sebelum ditangani Star Media Nusantara.

Ayu tersenyum senang. Ia lalu berlatih koreografi di panggung. Wajahnya memucat saat menyadari ia belum siap. Ia berpindah ke ruang ganti penampil dan berlatih koreografi. Saat kembali ke panggung bersama para penari pengiringnya, wajahnya terlihat kesal. Rupanya terjadi kesalahpahaman yang menyebabkan ia tidak siap pada salah satu lagu dan gerakan tarian. Ayu lalu turun sambil menangis. Ayu terlihat lelah. Di dalam toilet wanita, ia terguguk dalam pelukan salah satu kru yang terus menyemangatinya. Ibunya ikut menguatkan, "Anak ibu hebat, pintar, enggak usah takut."

Tak butuh waktu lama untuknya menenangkan diri, ia kembali ke panggung. Wajahnya dengan cepat beralih ceria dan mulai menggoda para kru yang langsung direspons hangat. Ia dengan cepat menguasai tarian salsa dan lagu yang akan dibawakannya. Salah satu yang dinyanyikannya dan sudah amat dihafalnya adalah lagu berbahasa Korea, Nobody, dari Wondergirls, dengan gerakan khas kelompok penyanyi bergaya centil itu.
19.00: Panggung MNC TV

Para pengisi acara ulang tahun itu berkumpul di panggung untuk melanjutkan berlatih koreografi bersama-sama. Melebur bersama dalam tarian Goyang Ratu Panggung, mereka masih dengan busana dan dandanan rambut seadanya. Ayu masih dengan poni digelung rol rambut. Sesekali mereka cekikikan dan berpelukan. Saat itulah ayah Ayu datang bersama adiknya, Assyifa, murid kelas III SMP, yang memiliki kecantikan serupa dengan Ayu. "Saya datang karena semalam mereka tidak sempat pulang," kata Rojak. Di wajahnya terlihat kebanggaan.
20.30: Ruang Rias

Kembali ruang rias dipenuhi para pengisi acara. Sambil dirias, Ayu disuapi ibunya. Hanya empat suapan, ia lalu sibuk menghafal kalimat yang harus ia ucapkan saat di panggung.
22.00

Ayu menjadi bintang yang mempesona di panggung itu. Dengan baju tunik etnik berompi jaring-jaring dan bawahan rok pendek, ia tampil amat segar. Tak tersisa sedikit pun ketegangan yang sempat membuatnya uring-uringan. Gerakan tariannya amat lincah dan menyenangkan. Penonton ikut berjoget. Ayu menikmatinya. Ia menjadi ratu panggung saat itu.

Sumber : tempointeraktif.com
Diposting oleh — Minggu, 16 Oktober 2011

Belum ada komentar untuk "Sehari Bersama Ayu Ting Ting"

Tambahkan komentar anda :