Seorang Gadis Pembunuh Mengaku Vampir-Serigala

"Ini mungkin gila, tapi saya yakin, saya vampir, dan setengahnya adalah serigala."

Florida - Seorang remaja asal Florida, Amerika Serikat, Stephanie Pistey (18) menjadi tersangka pembunuhan seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun. Korban digiring ke sebuah wilayah terpencil supaya rekan-rekannya bisa membunuhnya. Ini kisah tragis, namun yang membuatnya menjadi aneh adalah pengakuan tersangka: Pistey mengklaim dia dan empat rekannya adalah pengikut sekte vampir. Dia juga mengaku sebagai serigala jadi-jadian.

Stephanie Pistey

Dalam sebuah wawancara di televisi lokal, WBBH-TV, Pistey mengatakan, ia sudah merasakan keanehan itu sejak berusia 12 tahun. "Ini mungkin gila, tapi saya yakin, saya vampir, dan setengahnya adalah serigala jadi-jadian. Ini tak hanya sekedar sekte, tapi lebih sebagai kepribadianku," kata dia, seperti dimuat MSNBC, 1 Oktober 2011.

Dia juga mengklaim, sebagai bagian dari ritual vampir, setidaknya sekali, ia telah meminum darah pacarnya, juga salah satu terdakwa, William Chase. Menolak bicara soal kematian korbannya, ia justru lebih banyak mengutarakan soal peristiwa supranaturalnya. "Sebelumnya, beberapa orang menyebutku 'bavie' -- percobaan biologis vampir.

Pistey tahu ia akan menghabiskan bertahun-tahun hidupnya dalam penjara, kata dia, itu tak masalah. "Sejak aku berusia 10 tahun, ayahku selalu berkata, aku akan dipenjara, hidup dalam penjara, dan membusuk di dalamnya," kata dia. "Sekarang aku di sini (penjara). Aku sedang mencari tahu apakah aku akan berada di dalamnya sepanjang hidupku."

Pistey mengaku dia berada di tempat di mana Hendershot dibunuh, tapi tidak terlibat. "Tugasku hanya sebagai babysitter," kata dia. Ada dugaan pernyataan Pistey sebagai dasar baginya mengajukan pembelaan tak bersalah, atas dasar kegilaan. Apalagi, tak ada tanda bahwa darah korban telah dihisap.

Seperti diketahui, sejumlah buku populer karya Bram Stoker, Anne Rice, Stephenie Meyer, dan Stephen King mendorong terciptanya kelompok penggemar vampir. Untuk berbagai alasan: solidaritas komunitas, klub penggemar buku-buku vampir, sampai ritual menghisap darah. Sejumlah orang memakai identitas vampir, dari jubah, gigi taring panjang implan, atau menghisap darah.

Beruntung Pistey tak hidup di abad ke-16. Orang-orang yang dianggap penyihir atau semacamnya akan dibakar hidup-hidup, juga orang yang diduga serigala jadi-jadian. Pada 1589, misalnya, warga Jerman, Peter Stubbe disiksa dan dibakar karena mengaku serigala jadi-jadian.

Sumber : dunia.vivanews.com
Diposting oleh — Selasa, 11 Oktober 2011

Belum ada komentar untuk "Seorang Gadis Pembunuh Mengaku Vampir-Serigala"

Tambahkan komentar anda :