Simoncelli, Si Flamboyan Pengakrab Maut

Pembalap Honda Gresini, Marco Simoncelli tewas secara tragis setelah mengalami kecelakaan di ajang balap motor MotoGP Malaysia, Ahad siang ini. Meninggalnya lajang 24 tahun itu terjadi sepekan setelah pembalap Inggris Dan Wheldon meregang nyawa ketika mengikuti lomba Indy Car di Las Vegas.

marco simoncelli

Nyawa Simoncelli tak tertolong sejam setelah terjatuh dari motornya. Helm yang dikenakannya terlepas dan bersamaan dengan itu tubuhnya tersambar motor yang ditunggangi Colin Edwards dan Valentino Rossi di tikungan ke-11 pada lomba yang baru memasuki putaran kedua, yang berujung dibatalkannya duel adu cepat ini.

Penyelenggara sempat ingin mengulang lomba dari awal. Namun setelah kebingungan dengan apa yang sedang terjadi ditambah pelemparan botol dari suporter, lomba akhirnya dibatalkan setelah dikibarkannya bendera warna merah.

Kematian Simoncelli merupakan insiden fatal berujung maut pertama di arena MotoGP yang pertama kali terjadi. Sebelumnya pembalap Jepang, Daijiro Katoh meninggal setelah mengalami kecelakaan serius pada lomba GP Jepang pada 2003.

Casey Stoner yang baru saja ditahbiskan sebagai juara dunia tahun ini telah memperkirakan bahwa nyawa Simoncelli dalam bahaya. Ia mengaku terpukul setelah melihat tayangan jatuhnya Simoncelli di lintasan sirkuit. �Jika helm keluar dari kepala, itu pertanda tidak baik,� sebut pembalap Australia tersebut.

Tragedi ini di luar perkiraan Simoncelli. Dua hari sebelum lomba, pembalap yang mendapat julukan Super Sic' dari penggemarnya ini memprediksi dirinya bakal memenangi balapan.

Dikenal flamboyan lantaran gaya rambut ikal 'kriwil', Simoncelli menjadi salah satu pembalap yang disegani di MotoGP. Dia sempat bersitegang dengan pembalap Honda Dani Pedrosa setelah dituding menjadi biang keladi jatuhnya rider asal Spanyol itu di GP Prancis. Akibat insiden tersebut, Pedrosa dipaksa absen sepakan setelah menjalani operasi akibat mengalami patah tulang selangka.

Performa Simoncelli sempat menohok pada beberapa lomba terakhir. Finis di posisi kedua di Phillip Island, pembalap kelahiran Catollica, Italia itu mengawali penampilan apiknya ketika naik ke podium, finis di posisi tiga pada GP Republik Cek, Agustus lalu.

Maut tak dapat ditolak, rejeki tak mampu diraih. Kematian Simoncelli tak pelak memukul sesama rekan pembalap. �Istirahat dengan tenang Simoncelli! Seorang pembalap besar dan pria yang ramah. Turut Berduka bagi keluarga dan rekan, saya tidak akan pernah melupakan hari ini,� kicau pembalap Inggris, Cal Cruthclow dalam status di akun Twitter miliknya.

Duka juga dirasakan pembalap Formula Satu Mark Webber. �Istirahat dengan damai Marco. Pembalap yang memiliki talenta spesial yang akan dirindukan. Saya sedang memikirkan semua yang Anda cintai dan semua paddock di MotoGP,� klaimnya dalam Twitter.

Ini merupakan tahun kedua Simoncelli bergabung di MotoGP. Pembalap yang pernah 250 kali juara di kelas 250 cc ini baru saja meneken perpanjangan kontrak dan akan bertahan dengan timnya sampai tahun depan.

Sumber : tempointeraktif.com
Diposting oleh — Minggu, 23 Oktober 2011

Belum ada komentar untuk "Simoncelli, Si Flamboyan Pengakrab Maut"

Tambahkan komentar anda :