Pria Jadi Ketergantungan Alkohol Karena Ingin Dianggap Macho

ketergantungan alkohol

Persepsi antara alkohol dengan pria macho masih sulit dipisahkan. Alkohol masih dianggap sebagai simbol kebersamaan dan kemachoan laki-laki, apalagi jika berkumpul bersama sesama laki-laki. Persepsi ini telah menyebabkan masalah ketergantungan alkohol yang serius di daerah terpencil Australia.

Menurut kajian yang dilakukan National Rural Health Alliance (NRHA) di Australia, orang-orang yang tinggal kota di luar 32 persen lebih mungkin minum alkohol pada tingkat yang dapat membahayakan seumur hidupnya dan 24 persen lebih mungkin minum alkohol hingga sampai pada satu kesempatan yang dapat membahayakan hidupnya.

Juru bicara NRHA, Gordon Gregory mengatakan bahwa sebagian besar orang yang minum alkohol berlebihan adalah laki-laki, pemuda, atau buruh industri pertanian.

"Ada juga sedikit pandangan mengenai kebersamaan dan pandangan menganai karakter macho terhadap kebiasaan minum alkohol beserta risikonya," kata Gregory seperti dilansir NineMSN.com, Selasa (6/12/2011).

Dia ingin daerah terpencil menjadi prioritas dalam strategi nasional dan program pencegahan penyakit seperti yang telah dicanangkan Australian National Preventive Health Agency.

Program yang berhasil di kota tidak selalu sesuai dengan masyarakat pedesaan di mana pilihan tempat rekreasinya terbatas, akses terhadap profesional kesehatan yang kurang, dan keengganan mencari bantuan layanan kesehatan.

Sepertiga dari penduduk Australia tinggal di wilayah daerah terpencil. NHRA telah menerbitkan paparan di situsnya mengenai penggunaan alkohol di daerah pedesaan Australia. Tujuannya adalah mengajak masyarakat berdiskusi tentang penyebab penyalahgunaan alkohol khusus untuk daerahnya.

Sumber : detikhealth.com
Diposting oleh — Selasa, 06 Desember 2011

Belum ada komentar untuk "Pria Jadi Ketergantungan Alkohol Karena Ingin Dianggap Macho"

Tambahkan komentar anda :