Hasil Sidang Paripurna: BBM Mungkin Bisa Naik Atau Turun

Djalu  Febry |  

Sidang Paripurna DPR ricuh
Sidang yang diwarnai kericuhan
Meski Sidang Paripurna pada Jumat (30/3) malam kemarin sempat molor dan diwarnai dengan kealotan dan kericuhan, akhirnya bisa diambil kesimpulan yakni: opsi kenaikan BBM bersyarat disepakati DPR.
Kabar gembiranya, kenaikan BBM per 1 April 2012 tak mungkin dilakukan. Karena kondisi harga ICP sekarang tak memungkinkan dinaikkannya BBM. Tapi, bila harga minyak mentah Indonesia mencapai US$ 120,75 per barel maka kemungkinan besar BBM akan segera dinaikkan.
Jalannya sidang cukup alot karena Marzuki Alie selaku Ketua DPR yang memimpin rapat mendapat protes dari politisi. Protes itu terutama dari pihak yang menolak dinaikkannya BBM bersubsidi. Protes itu dilayangkan karena Marzuki dianggap melakukan voting sepihak tanpa memperhatikan pandangan fraksi-fraksi terlebih dahulu.
Bahkan, Marzuki sempat tak sengaja melakukan kesalahan pengucapan Partai Keadilan Sosial yang seharusnya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sembari sedikit bercanda, Marzuki menyatakan bahwa agar tidak terlalu stres, lebih santai.
Kesalahan penyebutan nama partai PKS tersebut pun berlangsung cukup panjang. Marzuki diminta untuk meminta maaf. Agar sidang tak berlarut-larut, Marzuki pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Dua opsi yang divoting ialah:
Opsi pertama: Pasal 7 ayat 6 di dalam UU APBN 2012 tak ada penambahan. Alias, pemerintah diikat untuk tidak menaikkan harga BBM.
Opsi kedua: Pasal 7 ayat 6 tetap, dan ditambah dengan ayat 6a. Alias, pemerintah dipersilahkan untuk mengacu harga minyak dunia. Tiket untuk menaikkan BBM pun dimungkinkan pada opsi ini.
Bunyi ayat 6a: “Dalam hal harga minyak mentah rata-rata Indonesia dalam kurun waktu berjalan yaitu 6 bulan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen, maka pemerintah diberikan kewenangan untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukungnya.”
Belum selesai voting dilakukan, kericuhan semakin memanas. Saling berebut bicara, saling menyindir pun terjadi. Padahal, acara ini ditonton oleh seluruh rakyat Indonesia.
Ironisnya, penambahan waktu yang diperlukan guna menyelesaikan Sidang Paripurna juga diwarnai kericuhan. Voting sempat dilakukan ‘hanya’ untuk memutuskan apakah perpanjangan waktu disepakati atau tidak, sementara waktu terus berjalan.
Partai PDIP dan Hanura pun melakukan aksi walk out setelah merasa tak puas dengan jalannya Rapat Paripurna. Sesaat setelahnya hasil voting pun diumumkan. Yakni sebanyak 82 suara yang memilih opsi pertama (PKS dan Gerindra), dan 356 suara yang memilih opsi kedua (Golkar, PAN, PKB, Demokrat dan PPP).
Diposting oleh — Jumat, 30 Maret 2012

Belum ada komentar untuk "Hasil Sidang Paripurna: BBM Mungkin Bisa Naik Atau Turun"

Tambahkan komentar anda :