Muslimah HTI Unjuk Rasa Bawa Anak-anak Yatimul Ainun

Djalu  | 
KOMPAS.com/Yatimul Ainun Ratusan Ibu Muslimah HTI Malang, saat menggelar aksi di depan DPRD Kota Malang, Jawa Timur dengan membawa anak-anaknya aksi. Kamis (22/3/2012).
MALANG, KOMPAS.com - Ratusan ibu yang tergabung dalam Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Malang, Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (22/3/2012). Beberapa terlihat tetap menggendong anak-anak yang masih balita.

Massa menilai kenaikan harga BBM adalah bentuk kegagalan Pemerintah dalam menyejahterakan rakyat, dan jelas menguntungkan kaum kapitalisme. "Hal itu adalah keuntungan dari liberalisasi asing dampak dari ekonomi kapitalisme. Makanya kita menolaknya. Dalam Islam itu jelas, bahwa konsep ekonomi yang cocok untuk Indonesia adalah konsep Islam, yakni konsep khalifah, bukan ekonomi kapitalisme," jelas Ketua DPD II Muslimah HTI Malang, Kholishoh Dzikri.

Menurut Kholishoh, aksi oleh kaum ibu dalam  muslimah HTI itu, karena para ibu yang tahu langsung dampak kenaikan harga BBM. "Kenaikan harga BBM itu jelas memberikan peran kepada pihak asing. Mereka yang diuntungkan, rakyat kecil yang dirugikan," katanya.

Selain itu aksi itu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa konsep yang dilakukan pemerintah saat ini sudah gagal. "Yang tepat untuk konsep ekonomi dan pemerintahan Indoensia adalah khilafah," katanya lagi.

Sementara itu, ditanya mengapa dalam aksi membawa anak-anaknya? Kholishoh mengaku, selain untuk memberikan pendidikan kritis kepada anak-anak, juga bertujuan agar pemerintah tahu, dampak kenaikan harga BBM itu tidak hanya dirasakan ibu dan bapak. Tapi juga dirasakan anak-anak. "Karena semua kebutuhan anak-anak juga akan naik," katanya.

Kholishoh menambahkan, dengan kebijakan dinaikkannya harga BBM itu, menjadi momentum bagi perempuan Indonesia untuk menunjukkan dukungan dan peran aktifnya memperjuangkan kembali khilafah Islamiyah. "Karena Pemerintah saat ini sudah gagal memberikan kesejahteraan kepada rayat," tegasnya.

Apakah membawa anak bukan termasuk tindakan eksploitasi? Kholishoh menegaskan, tidak. "Karena anak-anak dibawa adalah bagian dari pengayoman dan kepedulian terhadapa anak," tuturnya. sumber : http://regional.kompas.com/read/2012/03/22/12554250/Muslimah.HTI.Unjuk.Rasa.Bawa.Anakanak
Diposting oleh — Rabu, 21 Maret 2012

Belum ada komentar untuk "Muslimah HTI Unjuk Rasa Bawa Anak-anak Yatimul Ainun"

Tambahkan komentar anda :